Perpanjangan Bantuan Sosial Hingga Tahun 2021 dan Tanggapannya

MasPedia.com– Pemerintah menetapkan keputusan untuk perpanjangan bantuan sosial atau sering disebut bansos di tahun 2021 selama 6 bulan. Pemerintah juga berharap, dengan adanya bansos tersebut dapat meringankan beban ekonomi akibat dari pandemi Covid-19.

Perpanjangan pelaksanaan bansos tunai atau biasa disingkat dengan (BST) dalam jumlah Rp 300 ribu. Memberikan kesempatan untuk para keluarga yang belum menerima bantuan, sehingga bisa ikut merasakannya.

Penerima Perpanjangan Bantuan Sosial

Program Bantuan Sosial Tunai ini dilakukan pemerintah, yang penyalurannya melalui Kemterian Sosial Republik Indonesia.

Bagi masyarakat yang ingin mengeceknya, anda bisa mengunjungi laman ini https://dtks.kemensos.go.id.

Bansos tersebut diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM), Program Keluarga Harapan (PKH) yang sebelumnya belum menerima bansos.

Pada target penerima PKH yakni 10 juta KPM. Program ini telah diadakan sebelum adanya pandemi.

Melansir dari situs resmi Kemensos, PKH merupakan program bantuan untuk keluarga miskin. Bansos ini juga akan diberikan terhadap keluarga beranggota PKH yang NIK KTP nya terdaftar DTKS (Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial) Kemensos.

Sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan Rp 12 triliun guna untuk perpanjangan bantuan sosial ini. Bantuan tersebut diberikan kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Tanggapan Untuk Bansos Dari Para Menteri

Selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menjelaskan terkait bansos yang akan disalurkan secara tunai. Hal itu sudah menjadi rencana awal pemerintah sejak program bansos Covid-19 diadakan.

Hanya saja pada bansos sebelumnya disalurkan dalam bentuk sembako, yang memiliki alasan untuk mempertimbangkan situasi.

Muhadjir juga menegaskan pelaksanaan penyaluran bansos di lapangan nantinya harus sama. Tidak boleh ada penyaluran yang beragam, secara mekanisme ataupun jenis bantuan lain yang diberikan.

Mantan Mendikbud itu juga menyatakan bahwa mekanisme dalam penyaluran bansos  2021 akan dilakukan secara offline. Yang artinya masyarakat tidak perlu kemana-mana untuk mengambil dana bansos tersebut.

Tetapi petugas akan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia yang akan memberikan langsung kepada masyarakat yang terdaftar sebagai KPM.

Selain itu, Menko PMK telah memastikan terhadap pemerintah untuk terus melakukan perbaikan terutama soal data.

Tetapi karena data yang selalu bersifat dinamis. Maka perbaikan  akan dilakukan secara terus menerus diikuti dengan penyaluran dana bansos sebagaimana arahan dari Presiden.

Ia pun mengatakan sudah adanya kesepakatan antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), serta Kementerian Sosial (Kemensos). Dimana memastikan tentunya tepat sasaran dan tidak terjadi penyaluran dana yang tumpang tindih.

Lebih lanjutnya, masyarakat juga diminta untuk lebih cermat lagi dalam memanfaatkan dana tersebut. Banyak ditemukan, terdapat penyalahgunaan pengguna dana bansos untuk kebutuhan sekunder. Yang sejatinya itu tidak perlu dibutuhkan.

Muhadjir akan diskusi dengan Pemrov DKI, untuk mendiskusikan memperkecil penyalahgunaan dana tersebut, termasuk targetnya untuk memperdayakan pedagang-pedagang kecil di sekitar KPM.

Menteri sosial menyatakan bahwa perpanjangan bantuan sosial di tahun 2021 akan berbeda dengan tahun 2020. Seperti yang kita ketahui, Kemensos telah menyalurkan 3 jenis bantuan di sepanjang tahun 2020.

Tidak hanya bantuan rutin, Kemensos juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Tiga bantuan tersebut adalah Program Keluarga Harapan, Program Bansos Tunai untuk Peserta Program Sembako/BPNT Non PKH, dan juga Bansos Beras.

Untuk anda yang sudah terdaftar datanya atau menjadi salah satu penerima bantuan, perlu anda ketahui bahwa semua bantuan sosial dari pemerintah akan diperpanjang. Perpanjangan bantuan sosial ini memudahkan anda dalam meringankan kebutuhan sehari-hari.

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

pkhjanuari2021