12 Adab Menerima Tamu Menurut Islam Dan Hadits

Tata Karama – Adab Menerima Tamu dalam islam Lengkap dengan Riwayat hadistnya dan Contohnya dalam bahasa jawa

Hello semua bertemu lagi di artikel kami , nah sebelumnya kita telah membahas tentang Tata Krama / Adab Ketika Makan dan Minum Dalam kali ini kita akan membahas tentang Tata Krama - adab menerima tamu dalam islam lengkap dengan Riwayat hadistnya.

12 Adab Menerima Tamu Menurut Islam Dan Hadits


Menerima tamu sendiri adalah pekerjaan mulia, karena kalau dia bisa memuliakan tamu maka allah akan memberikan dia kebarokahan.

contoh cerita menerima tamu dapat emas dulu ada seseorang yang bertemu pada sebuah rumah,nah kemudian si penerima tamu itu menghormati tamunya dengan baik,di kasih makan/di suguhi makan yang enak-enak,diberi tempat tidur yang nyaman.Nah malamnya sebelum di tamu itu pergi dia tiba-tiba ingin buang air besar ,lha ternyata pintunya terkunci dari luar ahirnya si tamu itu pun berak di kamar tersebut,singkat cerita si tamu itu pun ahirnya pulang (dia merasa hawatir karena dia telah berak di kamar si pemilik tamu).

Kemudian si pemilik rumah tadi mengecek kamar tamu tersebut,saat itulah si pemilik rumah terkecut ada emas di kamar tersebut.Nah usut punya usut karena si pemilik tamu tadi telah memberikan pelayanan untuk menghormati tamu tadi,Allah telah merubah berakannya si tamu tadi menjadi Emas.

Nah begitu mulia sekali kan kalau kita menghormati tamu,nah makanya dalam memuliakan tamu kita harus tau,apa saja tata krama – menerima tamu ? sebutkan tata krama menerima tamu ? tata krama menerima tamu contoh dalam bahasa jawa , Tata krama - adab menerima tamu dalam islam


1. Berpakaian rapi, pantas dan sopan (HR.Bukhori)

Sebaiknya sebelum menerima tamu,tuan rumah mempersiapkan dirinya dengan berpakaian yang rapi,pantas dan sopan ,tidak boleh memakai pakaian yang tidak pantas,seperti baju bolong-bolong,baju kusut kotor , tidak rapi , pakai kaos dalam dan celana pendek saja Dll

2. Menyambut dan menerima tamu dengan ramah (grapyak) 

Sebagai tuan rumah,maka tuan rumah harus menyambut tamu tadi dengan ramah,tidak boleh marah,tidak boleh nggersulo,tidak boleh,nggrutu,tidak boleh mrengut,dan di usahakan dengan wajah yang ceria,wajah yang gembira,wajah yang senang,dan harus grapyak.
Contoh dalam bahasa jawa

“ Monggo,mlebet teng griyo,monggo pak lenggah,pripun pak kabarae ? sae to ? Dll
Intinya agar tamu tidak bosan ya tuam rumah harus grapyak.

3. Mempersilahkan masuk dan duduk

Sebagai tuan rumah haruslah paham dan mengerti kalau ada tamu ya langsung di ajak masuk dan di suruh duduk tidak dibiarkan saja,tidak dicuekin,tidak dikacangin dll
Contoh dalam bahasa jawa

“Monggo pak mlebet mawon teng nggriyo,waah ngapunten radi berantakan niki,monggo lenggah pak”


4. Bila tuan rumah sendirian dan tamu bukan mahromnya juga sendirian, seyogyanya tidak dipersilahkan masuk ke dalam rumah dan biacra seperlunya saja

Nah kalau semisal yang tuan rumah dan tamu itu bukan mahromnya apalagi sendirian maka sebaiknya bicara di luar jangan dipersilahkan masuk,dan bicara secukupnya saja,takutnya nanti ada apa-apa,syaitan mengganggu,syaitan menghias-hiasi agar berbuat maksiat

5. Memuliakan tamu dengan memberi penghormatan bilma’ruf sesuai dengan kemampuannya

Memuliakan tamu adalah hal yang mulia sekali,maka kita harus memuliakan tamu dan memberi penghormatan bilma’ruf mungkin
Contoh

Tamu di beri makanan/snack dan di beri minuman seperti Teh,Kopi dll” agar tamu merasa di mulikan dan dihormati sebagai tamu

6. Menyuguhkan hidangan/jamuan dengan menggunakan nampan.

Hindari menyuguhkan dengan tangan kosong(tidak menggunakan nampan) itu tidak sopan,maka sebaiknya jikalau menyuguhkan makanan /minuman menggunakan nampan dan apabila minuman itu di masukan ke cangkir maka sebaiknya menggunakan lemek/alas cangkir.

7. Tidak menyuguhkan minuman dengan memegang bibir gelas

Bagi si penyuguh minuman tidak boleh menyuguhkan minuman dengan memegang bibir gelas,karena bibir gelas nanti akan digunakan minum untuk si tamu , dan kalau memegangknya di bibir gelas akan mengecap jari-jari kita di bibir gelas tadi.

8. Bila tamu tidak mahromnya seyogyanya tidak menyuguhkan sendiri secara langsung

Nah apabila tamu bukan mahromnya sebaiknya yang menyuguhkan itu yang selawan jenis / mahromnya saja

Ingin mengenal islam baca di : islamagamaku45.id

9. Mempersilahkan tamu untuk menikmati hidangan

Jangan sampai tamu dibiarkan saja untuk melihat-lihat hidangan yang ada di depannya,maka sebaiknya tuan rumah inisiatif untuk mempersilahkan tamunya untuk menikmati hidangan tersebut,bisa juga tuan rumah mendahullui agar si tamu tidak sungkan/malu

Contoh dalam bahasa jawa

“Monggo pak di dahar/di unjuk unjukane selak adem lho niki”

Baca Juga :
Tata Krama / Adab Ketika Makan dan Minum Dalam Islam Yang Lengkap beserta riwayat hadistnya


10. Bila tamu bukan mahromnya / sejenisnya sebaiknya tidak duduk dengan berhadapan dan tidak menatap langsung ke arah pandangannya.

Ini juga perlu diperhatikan karena kalau sampai pandang-memandang maka syaitan akan menghias-hiasi dengan kemaksiatan

11. Apabila dalam menerima tamu waktunya terbatas karena suatu hal , maka hendaknya menyampaikan seccara terus terang dan sopan

Mungkin si tuan rumah akan pergi/ada acara maka sebaiknya menyampaikan kepada sitamu bahwa akan ada urusan,tapi disampaikan dengan cara yang baik dan sopan
Contoh dalam bahasa jawa
“Wah ngapunten pak niki sakderenge,niki kulo badhe tindak sowan enten kesibukan niku” Nah otomatis si tamu akan mengerti apa yang dimaksudkan si tuan rumah tadi

12. Bila tamu telah keluar rumah,setidaknya ikut mengantarkan keluar rumah untuk mengantarnya pergi

Jangan sampai tamu di biarkan saja keluar , alangkah baikyna si tuan rumah tadi mengantarkan tamunya keluar rumah agar terlihat tamunya tadi telah di terima dengan baik dan sambut dengan baik.

Tata Karama – Adab Menerima Tamu dalam islam Lengkap dengan Riwayat hadistnya dan Contohnya dalam bahasa jawa , semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua .. Aamiin
Wassalamualaikum Wr.Wb

Tampilkan Komentar


EmoticonEmoticon